Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2010

VIVAnews – Tim nasional Indonesia memastikan melaju ke babak semifinal Piala AFF 2010 setelah menggulung Laos 6-0 di laga kedua. Kemenangan ini membuat Merah Putih tampil sebagai juara grup dan akan menantang runner up Grup B.

Meski masih menyisakan satu laga kontra Thailand, poin sempurna enam dari dua laga yang telah dilakoni membuat tim besutan Alfred Riedl dipastikan tampil sebagai juara Grup A. Sedangkan satu jatah lagi akan diperebutkan Laos, Malaysia dan Thailand.

Bertanding dihadapan pendukungnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu 4 Desember 2010, Merah Putih langsung tampil agresif. Bahkan belum genap 10 menit, Mohammad Ridwan tercatat dua kali mengancam gawang Laos. Sayang tak satupun berbuah gol.

Serangan bergelombang Merah Putih hampir ternoda pada menit 10. Tendangan jarak jauh gelandang Kaysone Soukhavong hampir menjebol gawang Indonesia yang dikawal Markus Horison. Beruntung, bola hanya mampu membentur mistar gawang.

Pada menit 26, stadion bergemuruh setelah wasit Daud Abbas menunjuk titik putih setelah bek Laos Saynakhonevieng Phommpanya mengganjal Christian Gonzales di kotak penalti. Firman Utina yang maju sebagai algojo sukses mengelabui kiper Sengphachan Bounthisanh. Indonesia sementara memimpin 1-0 atas Laos.

Indonesia berhasil menggandakan keunggulan di menit 33 lewat aksi M Ridwan. Berawal dari blunder pertahanan Laos, Ridwan berhasil mencuri bola dan merangsek ke kotak penalti Laos.

Ridwan sempat kehilangan keseimbangan, namun sempat menyepak bola yang membentur bek Laos dan bola meluncur ke gawang sendiri. Skor 2-0 buat keunggulan Indonesia ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pasukan Garuda tak mengendurkan serangan. Bahkan Firman Utina berhasil mencetak gol kedua di menit 50. Gelandang pengatur serangan Indonesia berhasil melepaskan tembakan menyusur ke sisi kanan gawang Laos yang gagal dihadang Sengphachan Bounthisanh. Indonesia unggul 3-0.

Pada menit 62, giliran Irfan Bachdim yang melahirkan petaka bagi Laos. Penyerang naturalisasi ini berhasil memanfaatkan umpan Christian Gonzales sebelum akhirnya mampu merubah kedudukan menjadi 4-0 buat keunggulan Indonesia.

Arif Suyono yang datang sebagai pemain pengganti kembali membuktikan kelasnya sebagai pemain supersub. Pada menit 76, Arif berhasil menyambar bola muntah hasil tembakan Hamka Hamzah. 5-0 buat keunggulan Merah Putih.

Dan pesta gol Indonesia ditutup dengan gol winger lincah Oktovianus Maniani pada menit 80. Putra Papua ini berhasil memanfaatkan umpan Bambang Pamungkas sebelum akhirnya menjebol gawang Laos.

Indonesia terus memburu gol. Namun hingga pertandingan usai skor 6-0 buat keunggulan Merah Putih tak berubah. Thailand akan menjadi ujian terakhir Indonesia di penyisihan grup pada Selasa 7 Desember 2010 mendatang.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

VIVAnews – Tim nasional Indonesia malam nanti akan menjajal kekuatan Laos di ajang penyisihan Grup A Piala ASEAN Football Federation (AFF) 2010, Sabtu 4 November 2010. Pertandingan yang akan dimulai pukul 19.30 WIB ini ditunggu-tunggu oleh pecinta sepakbola nasional.

Harapan masyarakat Indonesia sedang tinggi, setelah muncul pemain-pemain baru, termasuk pemain naturalisasi. Selain itu, ekspektasi pecinta sepakbola Tanah Air besar setelah laga perdana Piala AFF 2010, timnas  berhasil menghempaskan Malaysia 5-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Desember 2010.

Di bawah arahan pelatih asal Austria, Alfred Riedl, timnas mampu menyuguhkan permainan menarik. Hal ini  menggugah kembali euforia yang sempat terbit di Piala Asia 2007. Saat itu, 90.000 penonton memadati stadion kebanggaan tanah air itu untuk mendukung Tim Merah Putih.

Penonton pada laga Indonesia vs Malaysia hanya sekitar 30.000. Tapi, mereka terdengar sangat bergemuruh dan terus memberikan dukungan. Semakin bergemuruh di tengah ‘hujan’ lima gol ke gawang Malaysia. Euforia dan ekspektasi baru menyertai langkah Tim Merah Putih.

Di ajang sepakbola tertinggi di kawasan ASEAN ini, prestasi Indonesia belum pernah juara. Prestasi tertinggi tiga kali menjadi finalis. Indonesia kalah dengan Thailand dan Singapura yang telah tiga kali menjadi juara. Terakhir, Vietnam menyodok dengan menjadi juara pada Piala AFF 2008. Indonesia pada laga dua tahun lalu hanya menjadi peringkat 4.

Regenerasi & Naturalisasi

Kini, Indonesia punya Alfred Riedl. Pria asal negeri komposer hebat Wolfgang Amadeus Mozart ini menjadi tumpuan untuk meracik strategi yang tepat bagi pasukan Merah Putih. ada yang  unik dari Riedl, yakni keengganannya untuk memuji kelebihan atau mencemooh para pemainnya.

“Kelebihan dan kekurangan pemain milik tim. Saya tak mau mengomentari satu pemain yang bermain bagus atau pemain lain yang tampil jelek,” kata Riedl.

Tampaknya, Riedl coba melindungi pemain dan membuat solid pasukannya. Pelatih 61 tahun ini juga punya agenda besar untuk tim yang diasuhnya.

Riedl merancang regenerasi di timnas dengan memainkan banyak pemain muda. Pemain berstatus ‘kawakan’ yang menjadi starter Riedl saat itu hanya kiper Markus Horison, Maman Abdurachman, Firman Utina dan Muhamad Ridwan.

Lebih dari setengah pemain timnas diisi muka-muka baru. Striker beken Bambang Pamungkas pencatat rekor gol terbanyak di timnas pun harus menerima status sebagai pemain cadangan. Muka-muka baru macam playmaker Ahmad Bustomi, bek dan sayap lincah Zulkifli Syukur serta Oktovianus Maniani benar-benar menyegarkan penampilan timnas.

Regenerasi ala Riedl didukung oleh usaha PSSI dan pemerintah melakukan naturalisasi. Langkah ini banyak dilakukan negara-negara lain. Di kawasan ASEAN, Singapura telah melakukannya kepada banyak pemain asal Eropa dan Afrika.

Indonesia memberikan paspor kepada Christian ‘El Loco’ Gonzales sejak 1 November 2010. El Loco telah lima tahun lebih bermukim, dan bermain di Indonesia serta berprestasi sangat bagus. Pemain asal Uruguay ini juga beristri orang Indonesia.

Meski tak muda lagi, 34 tahun, El Loco menyambut paspor Indonesianya dengan penampilan tak mengecewakan. Satu gol melawan Malaysia bukti pertanggungjawabannya kepada paspor hijau yang telah ditunggu bersama istrinya, Eva sejak lama.

Satu lagi terobosan Riedl yakni menduetkan El Loco dengan pemain keturunan Belanda, Irfan Haarys Bachdim. Irfan juga mencetak gol perdana bagi Indonesia dalam debutnya. Sejak saat itu, nama pemain 22 tahun kelahiran Amsterdam ini melambung.

Irfan yang pernah ditolak Persija Jakarta dan Persib Bandung itu kini menjelma menjadi bintang baru. Irfan pun masih menyikapinya dengan santun. “Gol saya tak lebih berarti dibanding kemenangan timnas,” katanya.

Penampilan Irfan yang tak kenal lelah di laga itu menjadi tandem bagi El Loco. Tampaknya, Riedl memilih kombinasi El Loco-Irfan dengan perhitungan matang. El Loco yang bertipe finisher sangat cocok dipasangkan dengan striker tipe pekerja macam Irfan. Satu lagi, kombinasi keduanya yang relatif baru, belum diantisipasi rival-rival Indonesia di ajang Piala AFF.

Ketika pemain muka-muka baru belum terdeteksi kemampuannya oleh para rival. Ketika ‘darah segar’ El Loco-Irfan Bachdim belum dikenali oleh musuh. Inilah saat terbaik mencetak prestasi dengan dukungan berlimpah publik saat Indonesia menjadi tuan rumah. Atau, tidak sama sekali. (sj)

• VIVAnews

Read Full Post »

TEKNOLOGI INFORMASI

Tekonologi Informasi adalah seperangkat alat/tool yang membantu kita bekerja dengan informasi dan menampilakan berbagai tugas yang berhubungan dengan pengolahan informasi. Seperangkat alat.tool ini terdiri atas komputer dengan piranti pendukungnya seperti printer, CD-ROM, aplikasi multimedia yang memungkinkan kita untuk mendengar, melihat dan membaca informasi berbasis multimedia, dan jaringan internet yang memungkinkan kita berbagi informasi dengan pengguna komputer di seluruh dunia.

Pada dasarnya teknologi informasi merupakan suatu tool uang bernilai tinggi yang dapat memberi keuntungan secara langsung dan segera. pengetahuan tentang teknologi informasi (IT = Information Technology) saat ini memegang peran yang sangat penting karena:

  1. TI berada diman-mana
  2. TI dapat membantu kita untuk lebih produktif
  3. TI sangat menarik dan menantang
  4. TI dapat meningkatkan karir kita
  5. TI akan memberi kita kesempatan yang sangat luas

Saat ini TI sudah merambah hampir semua bidang kehidupan manusia. Sistem TI sudah dapat menangani tugas-tugas mulai dari yang umum sampai tugas yang dianggap mustahil. Dengan TI kita dapat meningkatkan produktifitas secara drastis

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: